Pada trip pertama Mancing ke Tanjungkait di bagan bang Mardin yang saat itu hanya mendapatkan 1 ekor ikan pare, kami membuat trip ke Tanjungkait berikutnya dengan mencoba mancing dimalam hari. Setelah semua sepakat, kami masing - masing berangkat dari rumah masing - masing. Saya berangkat dari Larangan sekitar jam 3 sore, menyusuri jalan Ciledug Raya - Cipondoh - Tangerang - bertemu teman - teman di sekitar Pakuhaji, selanjutnya kami 6 orang ( Saya yg empunya blog, Harry K, Pri, Heri, Kandar, Diaz) berangkat menuju lokasi dan mampir dulu beli udang untuk umpan dan tentunya nasi bungkus. Sekitar jam 6 sore kami tiba dilokasi dan disambut oleh hujan yg tidak begitu lebat (gerimis dan angin). Kali ini kami memilih bagan baru milik adiknya Bang Mardin yaitu radar belok kiri. Sesampai di sana ternyata para mancinger sudah lumayan banyak berkumpul. Dan setelah parkir kendaraan dan bayar sewa bagan kami berangkat menuju bagan dengan diiringi hujan gerimis. Sesampai di bagan kami berteduh dulu sambil menunggu hujan reda dan membuat rangkaian. Rata2 kami membawa 2 joran dengan rangkaian mancing dasar. Setengah jam kemudian hujan reda dan beberapa teman2 sudah tidak sabar utk melempar umpan. Entah knapa malam itu tidak ada tarikan yang berarti kecuali tarikan Samge, secara bergantian teman2 narik samge dengan ukuran 2-3 jari. Setelah makan malam, karena tidak ada tarikan juga, sy memilih tidur dan teman2 juga kecuali Heri yang terus mencoba peruntungan. Kami bangun jam 4 pagi disambut oleh gerombolan ikan lumba - lumba disekitar bagan. Akhirnya kami gulung pancing dan berkemas untuk pulang sekitar jam 7 pagi. Berikut ini beberapa foto yang berhasil diambil;
Suasana setelah hujan
Yang punya blog lagi berteduh
Hery nekad nungguin joran
Diaz ga mau nyerah,... pasang umpan lagi.....
Duh Gusti, sampe esuk ga dapet ikan,,, gumam Mas Pri...
Suasana Matahari pagi....
Umpan:
Kerang hidup, udang mati, lur
Hasil:
Samge wae,....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar